Perkembangan Otak Kunci Kecerdasan Si Kecil


Assalamualaikum Moms dan Ladies yang kucintai.... 


Kemarin saya menghadiri suatu event yang seru banget bareng moms lainnya di the Consulate Café yang terletak di jalan Dinoyo. Semenjak jadi ibu, saya betul-betul mencari-cari pengetahuan bagaimana cara mendidik anak. Sekarang Ayyash (anak saya) sudah berusia 13 bulan. Masa-masa ini adalah masa emasnya hingga nanti ia berumur 3 tahun, maka saya harus betul-betul mempelajari segala-sesuatunya. Bersyukur banget kemarin saya diundang oleh Clozette dan Parenting Club Indonesia untuk menghadiri acara seminar parenting yang temanya "Perkembangan Otak Kunci Kecerdasan Si Kecil" oleh Dr. Ahmad Suryawan, dr. Spa (K)  Ketua Dokter Tumbuh Kembang Anak di Indonesia. Bagus banget isi seminarnya, bener-bener topik yang harus banget kita ketahui sebagai orang tua.








Bersama 27 mom blogger dan para influencer lainnya, kami diharapkan menjadi kepanjangan tangan untuk menyampaikan ilmu yang sangat bermanfaat ini ke khalayak luas. Dengan mengetahui ilmu perkembangan otak bagi si kecil, diharapkan para orang tua dapat lebih terarah dalam mengarahkan mereka untuk mengembangkan potensinya dan bakatnya.

Ngga Cuma orang tua aja, buat ladies sekalian juga penting banget sebelum menikah atau punya anak untuk baca untuk nambah ilmu sebelum punya anak. Langsung aja deh kemarin apa aja sih materinya ? yuk simak…


  1. Anak Hebat – Bagaimana Proses Pembentukan Otaknya ?


Menurut dokter wawan, dari sudut pandang medis kedokteran tumbuh kembang anak, kehebatan anak merupakan cerminan dari kompleksitas struktur dan sirkuit otak anak. Semakin kompleks sirkuit otak anak, semakin besar kapasitas anak untuk mengembangkan kemampuannya.
Sehingga, anak hebat dapat diartikan sebagai anak dengan kualitas kemampuan yang melebihi rata-rata anak sebayanya, terutama dalam hal intelegensi dan atau keterampilan dibidang tertentu.

Banyak yang mengira bahwa satu-satunya faktor pembentuk otak anak hanya dari genetik orangtuanya. Misalnya jika Ayahnya pendek, Ibunya pendek, maka anaknya pun tidak akan punya potensi tinggi. Padahal ada hal lainnya yang juga turut berperan yakni faktor Nurture atau faktor pengasuhan yang didalamnya termasuk asupan nutrisi, stimulasi pendidikan dan sebagainya.

Faktor genetik hanya sebuah potensi. Dan jika genetik itu negatif, maka kita harus potong mata rantainya. Misalnya seorang pasien yang terlambat bicara dan oleh neneknya dibiarkan karena toh Ayahnya juga baru bisa bicara usia 6 tahun. Bagi dr Wawan, biarkan Ayahnya aja, anaknya jangan.

Tahukah moms, bahwa otak anak berkembang paling tinggi di usia berapa? Jawabannya yaitu saat anak berada diusia 0-2 tahun yang biasa kita sebut masa golden age. Diusia itu, perkembangan otak anak sedang pesat-pesatnya karena setara dengan 80% otak dewasa. kemampuan basic otak manusia pun berada diusia ini. Kompleksitas otak anak mulai dibentuk pada saat awal kehidupannya hingga ia berumur 18 tahun. Pada saat anak lahir, volume otak anak  jika ditimbang sebesar 400gr atau 25 % otak orang dewasa. Hanya dalam waktu 6 tahun otak akan berkembang menjadi 1800gr. Luar biasa sekali kan moms? Oleh karena itu, peran orang tua sangatlah penting. Orang tua harus aktif saat berinteraksi dengan anaknya. Jika ingin anak yang hebat maka kita harus menjadi orang tua yang aktif. Karena stimulasi sangatlah penting, jangan sampai kita melewatkan masa golden age anak kita jika kita ingin anak kita menjadi anak yang hebat. Maka Dokter Wawan melanjutkan dengan pertanyaan yang menyadarkan kita sebagai orang tua”

“dimana Mama Papanya ketika anak dibawah 2 tahun? Mengejar karirkah? Dan ketika kembali pada anaknya, hanya tersisa 5% saja yang belum terbentuk”.






Otak anak terdiri dari sel otak (neuron) dan jaringan penghubung antar sel otak (sinaps). Kehebatan anak merupakan salah satu cerminan dari struktur dan aktivitas kerja otaknya. Bagian otak yang paling paling banyak terlibat dalam pembentukan kehebatan anak adalah lapisan korteks. Lapisan korteks merupakan area abu-abu dalam otak. 

Mari kita lihat bagaimana perbedaan otak anak hebat dan anak biasa:

  • lapisan korteks otak anak berkemampuan "hebat" 
  Di masa anak : masih relatif tipis
  Di masa remaja : semakin menebal

  • lapisan korteks otak anak berkemampuan "biasa"
  Di masa anak : relatif lebih tebal
 Di masa remaja : semakin menyusut dan berkurang

Dari perbedaan diatas dapat kita simpulkan, bahwa otak anak hebat akan semakin canggih dengan bertambahnya usia, dan mencapai puncak potensinya pada masa remaja. Sebaliknya otak anak biasa akan semakin menurun dengan bertambahnya usia. Inilah yang tadi saya jelaskan di atas. Bahwa sangatlah penting untuk memberikan stimulasi-stimulasi pada umur 0-2 tahun. 


2. Ketika Anak Belajar Apa yang Terjadi Di Dalam Otaknya?


Sebelum belajar luas sirkuit otak saat itu yang tersedia saat itu masih terbatas yang ditentukan secara genetik. Sedangkan setelah belajar luas sirkuit otak semakin besar. Sirkuit otak untuk kemampuan dasar yang akan terbentuk lebih dahulu. Dan sirkuit otak untuk kemampuan lanjutan yang lebih rumit akan terbentuk kemudian.

Ketika anak belajar dari lingkungannya, otak anak bekerja atas dasar memproses informasi melalui mekanisme komunikasi antar sel otak (neuron) dan komunikasi antar sel otak berjalan melalui transmisi sinyal kelistrikan dan kimiawi (zat neuro transmiter) sehingga membentuk kompleksitas tatanan sirkuit otak. 

3. Untuk jadi hebat - Bagaiman cara mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan otak ?



Caranya dengan memberikan nutrisi dan stimulasi pada anak. Peran nutrisi diibaratkan sebuah pondasi dalam membuat sebuah bangunan. Kekuatan pondasi bangunan ditentukan dari kualitas dan kuantitas nutrisi yang diberikakn pada si anak. Adapun yang termasuk nutrisi yaitu: 
Protein - Energi : pembentukan koneksi antar sel otak. Juga produksi untuk berbagai faktor untuk pertumbuhan otak. 
Zat Besi : Pembentukan dan fungsi kerja sel otak. Pembentukan selubung yang mempercepat aliran persarafan. 
Zat Seng : produksi molekul kimiawi yang mempercepat aliran persarafan. 
Tembaga : pembentukan dan fungsi kerja sel otak. 

Nutrisi bertujuan untuk membentuk dan mematangkan sel-sel otak, sedangkan stimulasi membentuk dan memperkaya jaringan koneksi antar sel otak. Kembali lagi bahwa nutrisi dan stimulasi sangatlah penting jika ingin anak kita menjadi anak yang hebat. 

4. Kehebatan anak dari hasil belajar - Bagaimana cara menilainya? 




Menilai hasil belajar anak, tidak dianjurkan membandingkan anak kita dengan anak lain yang sebaya. Karna setiap anak memiliki bakat dan kecerdasan yang berbeda-beda. Tidak bisa disama ratakan antara anak satu dan anak yang lainnya. Inilah yang sering kita lupakan moms, membandingkan dengan anak lain yang lebih hebat dengan anak kita. Moms tahu ? saat anak kita mengetahui bahwa dia dibandingkan dengan temannya, hatinya akan sakit sekali, dan ini juga berpengaruh pada psikologi anak kita nantinya. Dan juga tidak boleh menggunakan parameter kita sebagai orang tua dalam menilai anak. Contohnya seperti anak saya,  Ayyash yang umurnya baru 13 bulan. Rata-rata kemampuan anak bisa berjalan adalah dimulai dari umur 12 – 18 bulan. Ada teman seumurannya yang pada saat umur 7 bulan sudah bisa berjalan, sedangkan saat ini Ayyash masih trantanan. Hal itu bukanlah masalah dan normal. Contoh lain, Ayyash sudah bisa pup di closet dengan cara memberi tau ketika akan pup. Hal yang belum banyak anak bayi seumurannya bisa lakukan. Namun kembali lagi, semua anak berbeda-beda fasenya. Kita tidak boleh membandingkannya dengan anak lain, karena pada intinya, semua anak hebat. Jangan menilai bahwa ada sesuatu yang salah dan menilai anak dari keinginan kita. Semua mempunyai fasenya. Disinilah kita harus bisa bersabar dan terus membimbing anak kita untuk menjadi anak yang hebat. Tidak lupa pula, kita juga harus melengkapi proses perkembangannya dengan asupan spiritual.






Satu lagi yang dokter wawan tegaskan bahwa pencapaian setiap anak itu berbeda-beda, seperti yang saya jelaskan tadi diatas. Bagaimana cara menilai, bagaimana cara kerja otak anak, semua berbeda moms.

Dukung Kehebatan Si Kecil Bersama Parenting Club

Anak-anak kita merupakan generasi alfa dimana teknologi sudah berkembang dengan pesat. Oleh karena itu, perlu sekali metode pembelajaran yang tepat untuknya. Proses belajar idealnya dilakukan dengan eksploratif, kritis, mengembangkan jiwa kepemimpinan, disiplin dan empati. Cara membuat anak menjadi hebat adalah dengan cara belajar progressive. Apa itu belajar progressive ?



Memperkenalkan Parenting Club sebuah website dari Wyeth Nutrition yang didedikasikan bagi Ayah Bunda untuk mengenali dan menstimulasi tumbuh kembang si Kecil menjadi anak Hebat.





Parenting Club bisa diakses secara mudah di www.parentingclub.co.id, ada banyak informasi dan fakta dibalik kehebatan si Kecil, tips stimulasi, ada juga tips untuk membantu orangtua memberikan nutrisi seimbang, dan yang tak kalah penting adalah fitur Kalkulator Fisik Akal Sosial sesuai tahapan usianya. Agar kita bisa memberikan stimulasi yang tepat.



Difitur itu akan ditunjukkan 8 kehebatan anak, apa ciri-ciri kehebatan tertentu, dan bagaimana mengoptimalkannya. Jika penilaian Kalkulator Fisik Akal Sosial nilainya 100 maka tidak ada masalah dengan tumbuh kembangnya. Yang pasti semua fitur pada Parenting Club sudah sesuai review Dr dr Ahmad Suryawan, Sp. A (K) ahli tumbuh kembang sehingga pasti bisa dipertanggung jawabkan. Bahkan beberapa artikelnya merupakan tulisan dari dr Wawan sendiri.

Yuk Mam, cari tahu informasi di balik perkembangan si Kecil yang Hebat dimulai dari perkembangan otak, nutrisi tepat dan stimulasi untuk mendukung proses belajar progresif agar si Kecil siap untuk #DariBelajarJadiHebat 


Salam...
with love,








Dinda Hakeem

No comments:

Post a Comment