Love Yourself


Salam, Lovely! Apapun kisah hidupmu dan perjalananmu, aku harap aku bisa menginspirasimu dan juga memberimu keberanian untuk menjadi dirimu sendiri melalui pengalamanku, inshaAllah. Mungkin kamu adalah seseorang yang pernah mengalami bullying verbal, non-verbal, atau fisik. Mungkin pernah merasa putus asa dan tidak berharga sehingga kita mencari pelarian, atau bahkan yang paling parah, berujung bunuh diri. Rasa tidak percaya diri yang sering hinggap, dan masih banyak lagi.

Seringkali pemicu depresi kita ada diluar diri kita sendiri. Itu merupakan sesuatu yang tidak bisa kita kontrol. Ya, menurut pengalamanku semakin kita ingin mengontrol sesuatu, semakin besar tekanan dan stress yang akan kita dapat. 

Bullying, belakangan ini telah menjadi sesuatu yang orang-orang anggap biasa. Di kehidupan sehari-hari maupun dunia maya. Shamming, word harassment, cat-calling, unsolicited advice (nasihat yang tidak diminta), pelecehan melalui kata2/olokan itu bukan sesuatu yang biasa. Itu merupakan sesuatu yang serius dan bisa dipidanakan. Sebagian orang yang belum teredukasi menganggap bahwa hal itu biasa dan termasuk bercandaan keakraban. Tapi tidak, tidak semua orang sama. Tidak semua orang punya hati dan mental baja untuk menahan mulut yang tidak mempunyai rem. 


face of bertahan dari serangan netizen negara berflower


Orang-orang sering salah paham saat pertama kali kenal aku. Atau pada saat aku sedang mengembangkan diri. Anggapannya bermacam-macam, dan aku nggak tau apa-apa tentang itu sampai orang lain biasanya yang memberi tau. Ada yang iri, ada yang benci, ada yang nggak suka bahasa alay-nya “nyinyir”. aku tau itu termasuk bullying. Aku nggak masalah, itu sering terjadi. Yang sampai sekarang ingin ku perbaiki adalah caraku dalam menyikapinya, kadangkala aku tenang saja, kadangkala aku gusar. Aku lebih sering merendah dulu pada awalnya, nggak ingin cari konflik. Sebenarnya itu sikap yang paling tepat. Tapi pada suatu ketika, aku pernah bosan berada di posisi itu. Aku merasa bahwa aku berhak untuk berkata, “cukup!” pada hal-hal seperti itu. Aku berfikir untuk melawan saja.
Tapi tau tidak rasanya? perasaanku nggak kunjung membaik.

Pernah salah satu dosenku berkata, “kita nggak usah cari ridha manusia. Kalo mau melakukan sesuatu ya lakukan, selama itu benar dan bisa di pertanggung-jawabkan. Kalo salah, ya minta maaf.”

Beberapa dari kalian yang baca ini mungkin juga pernah mengalami ini. Here’s for you ,Aku cuman mau bilang dan menyemangati, bahwa tidak ada yang salah dengan menjadi berkembang dan menjadi diri sendiri. Mungkin banyak orang yang tidak mendukung atau mungkin kamu tidak percaya diri dan mungkin juga banyak yang berkomentar karena tren kehidupan sekarang adalah berkomentr dahulu berpikir kemudian. Cukup biarkan saja. Jangan dilawan. Stop mengontrol apa yang harus kamu rasakan atau tidak kamu rasakan. Rasakan saja apapun itu.

Ya memang kamu marah, kesal, kecewa. Tapi ia akan cukup sampai disitu saja ketika kamu merasakan, mengakui dan mengizinkan perasaan tersebut ada. Perasaanmu akan kembali membaik. Ketika itu, manfaatkanlah kembali energimu untuk berkarya. Pikirkan sesuatu yang baru. Apa yang bisa kamu beri untuk dirimu dan untuk orang lain ? selalu ingat kata-kata manusia akan membunuhmu jika kamu membiarkannya masuk dan meresap di otakmu. Kita tidak bisa memperbaiki mereka. Tapi kita bisa memperbaiki cara kita menyikapinya.

Semoga percikan kata-kata ini membantu, yah ?  


with love,


No comments:

Post a Comment