Kenalan Sama Saudara Baru (Part 1)



Pasti seneng banget punya saudara perempuan. Terlebih lagi bagi kalian yang nggak punya saudara perempuan. Saya tau kok gimana rasanya hehehe. Karena saudara saya cuman satu, dan dia laki-laki. Namanya Arsyad. FYI, tampangnya lumayan looh #promosi

abaikan gaya saya

Saya udah tau seluk beluk penderitaan kalian para cewek yang nggak punya saudara perempuan.
Abaikan gaya saya.

Well, calon suami saya punya 2 orang saudara perempuan, berkebalikan dari saya yang punya saudara laki-laki. Jadi mungkin kita bisa tukeran feeling. Eh nggak juga sih, hehee. Dua saudara perempuan saya ini cantik-cantik, punya karakter wajah yang sangat khas sekali, tapi sedikit berbeda karakternya.
Saudara perempuan yang pertama namanya Annisa Rafitri Meirina, biasa dipanggil Fifi. Saudara saya yang pertama ini adalah anak kedua di keluarga calon suami saya (calon suami saya? Anak pertama dong). Kuliahnya keren. coba tebak?

(Fifi yang paling kiri)


Sistem Informasi. Yap. Apa System Informasi itu? Cobalah di android kalian masing-masing bilang “Ok Google, Jurusan Sistem Informasi di Surabaya”. Lalu akan muncul result Institut Teknologi Surabaya (ITS), beserta keterangan-keterangan lain tentang Jurusan itu. Tapi kalo kalian males mengutik-utik google, baik saya kasih tau apa itu Sistem Informasi. Sistem Informasi adalah jurusan dimana kalian harus berkutat dengan computer dengan kode-kode aneh yang saya nggak tau gimana cara kerjanya, tapi yang jelas itu keren. mungkin semacam kode untuk Alien. Coding. Well, calon suami saya bekerja sebagai penulis email untuk Alien (Baca: Coding) dan juga berkuliah di tempat yang sama dengan jurusan yang sama dengan saudara perempuan saya yang lagi kita bahas ini, dulunya. Selama tuker pikiran sama calon suami saya ini, yang saya tau coding itu naudzubillah. Ribet. Untung calon suami saya sabar sama kode-kode saya. #lho

Jadi udah kebayang kan gimana ribetnya berurusan sama kode-kode itu. Terlebih lagi saudara saya ini perempuan. Otaknya ini kuat banget. Kalo laki-laki mah udah takdirnya kan berurusan sama kode-kode (perempuan) gitu (wkwkwk). Saya jadi salut dan kagum sama cewek-cewek yang masuk kuliah tapi jurusannya adalah jurusan yang notabene jurusan cowo-cowo, such as teknik. Otaknya kuat banget, keren banget. Berani banget.

Fifi ini suka banget sama drama korea. Yang bikin geli itu kalo si Fifi udah bĂȘte. Kenapa ? si Fifi itu kalo bete sukanya buka youtube, trus abis gitu nyetel para cowo-cowo ganteng Korea yang berkelakuan yang menurut saya lucu. Si Fifi-nya juga ketawa-ketawa sendiri sih. Ketawanya keras banget. Jujur, saya bukan Korean addict. Tapi pernah suatu ketika setelah lihat Fifi menyendiri nyetel youtube trus ketawa-ketawa sendiri di pojokan. Saya penasaran banget kan, si Fifi nonton apaan sih ? akhirnya saya samperin deh. Saya lihat dia buka apaan. Pas pulangnya kerumah, saya coba tuh nyetel apa yang dilihat Fifi tadi. Awalnya saya nggak ketawa lah. Sama sekali nol konteks dan nol bahasa korea, tapi saya terus-terusan di suguhin tingkah aneh para cowo-cowo Korea ini. Jadilah saya ketawa-ketawa sendiri persis si Fifi. Walaupun sama sekali nggak ngerti bahasanya.

bisa klik disini

Saya pikir, boleh juga nih Fifi cara mengatasi betenya. Jadi, walopun si fifi bĂȘte, cara ketawanya itu mengundang orang banget untuk ikutan ketawa. Jadi yang awalnya nggak pernah buka-buka Korea-korea-an, akhirnya jadi buka dan ketawa-ketawa sendiri. 

Fifi ini setahun lebih tua dari saya. Sama kayak si Ria, Ayu dan Uzee (yang baca blog-blog sebelumnya pasti tau siapa mereka). Suka banget sama warna biru. Semua barangnya warna biru. Punya panggilan di antara temen-temennya sebagai “Blue”. Sejauh yang saya tau, Fifi anaknya supel, tapi mungkin agak sedikit tertutup kalo urusan pribadi. Jadi terkesannya agak cuek. Btw, cewe cuek itu bikin orang penasaran kan? Jadi bisa simpulkan sendiri pesona si Fifi. Butuh orang yang tangguh buat deketin Fifi. Jadi, siapa nih cowo tangguh yang bisa taklukin hatinya Fifi ?

Jadi, ceritanya si Fifi ini berjasa banget pada proses ta’aruf saya. Rela di suruh-suruh kakaknya untuk jadi perantara, ngehubungin saya ketika kemarin ketika saya susah dihubungin, rela nemenin nyari seserahan yang itu memakan waktu dan tenaga banget. Apapun itu lah. Banyak banget. Fifi ini orangnya tulus banget. Tapi kalo udah males… hati-hati loohh singanya bisa keluar wkwkwk.

berlanjut di postingan berikutnya  


No comments:

Post a Comment