Pak, Jangan Jatuh Cinta Sama Saya

"Apalah nanti kata orang bila seorang pungguk kejatuhan bintang? Jika sang pungguk ini diperuntukan untuk bumi, maka biarkanlah. Cahayamu saja yang menerangi kami berirama." Ucap sang pungguk yang sedang merindukan bulan. 

Pungguk ini sedang merindukan bukan, dan bila sang kuasa menakdirkan pungguk untuk bulan, maka biarkanlah. Cahayamu saja yang menerangi kami berdua.

Pungguk ini sedang merindukan bulan, namun bila sang bintang memohon pada yang kuasa agar pungguk bisa bersama dengan bumi-nya, maka biarkanlah. Cahayamu saja yang menerangi kami berputar bersama semesta. 

Namun janganlah bintang untuk pungguk. Cahayamu terlalu menyilaukan, melelehkan, mematikan. Cukuplah bintang sebagai induk dari semua planet yang berputar kepadanya. Cukuplah bintang menjadi pelindung dari planet yang mengitarinya. Cukuplah bintang menjadi penjaga keseimbangan. Jika tidak, jika sang bintang menginginkan pungguk, maka hancurlah tata surya. Hancurlah bumi. Hancurlah pungguk. Murka semesta.

Maka dari itu, "Pak, jangan jatuh cinta sama saya." Biarlah pungguk bersama bumi, meteor, atau bulan. Terangi saja kami.





Sebelum Jum'atan,
-Dinda Dewi-

No comments:

Post a Comment