Jatuh


Jatuh.


Bagaimana rasanya jatuh? pasti sakit.
Seandainya tidak ada gravitasi di bumi, jatuh tidak akan terasa sakit. Dan tidak akan ada yang namanya jatuh. Tapi jatuh itu sunnatullah. yang secara rasional bisa terjadi, itu sunnatullah. Alamiah. Semua orang pernah mengalami yang namanya jatuh. Jatuh dari sepeda, jatuh ketika lari-lari, jatuh tersandung, jatuh ketika sedang berjalan, jatuh terpeleset, jatuh dari pesawat dan masih banyak jatuh yang lainnya.  Ada istilah yang mengatakan "Sudah jatuh, tertimpa tangga pula" itu pasti sakit ya. Well,  Semua orang pernah mengalami jatuh. Entah itu presiden, menteri, artis, warga biasa, suku pedalaman,

Tapi ada jatuh yang tidak melibatkan gravitasi bumi. Tidak melibatkan tubuhmu. Tetap terasa sakit, dan kalau kata Cita Citata, "sakitnya tuh disini". You met people, and those people didn't treat you right. Or you were hitted smoothly by someone you appreciate. Atau maybe dipermalukan, atau mungkin ditegur oleh orang dengan cara yang tidak mengenakan, atau mungkin ditinggalkan oleh seseorang you most love. Atau mungkin pernah dikecewakan. Atau mungkin bangkrut, and then you have nothing, dan lain-lain. And then you feel down. Kamu jatuh. 

Dan yang selalu menarik dari jatuh adalah bagaimana cara bangkitnya. Tidak semua orang yang jatuh bisa bangkit dengan baik. Tidak semua orang yang jatuh bisa kuat untuk bangkit kembali. Setelah jatuh, biasanya orang akan berpikir tentang dirinya sendiri. Why me? kenapa harus aku ya Tuhan... sambil menengadah ke langit, mengangkat tangannya, dan pake efek hujan gitu supaya dramatis, trus gulung-gulung dilapangan sambil mewek lebay. Itu lebay ya, semoga ngga ada yang praktekin. Rata-rata orang hanya akan meratapi sambil merasa bahwa dirinyalah satu-satunya yang paling tersakiti di dunia dan berpikir bahwa ini tidak adil buat dia. Hei, masih banyak yang lebih buruk dari itu, dan banyak yang bisa meng-handle dengan baik.
 

Ku beri tau sesuatu, rencana tuhan itu sangat mendetail. Sampai-sampai secerdas apapun kita, kita tidak akan pernah bisa menerkanya. Seteliti apapun kita, kita tidak akan pernah bisa menemukan celah detail rencana tuhan selanjutnya. Kamu ngga akan pernah tau, bahwa mungkin saja kejatuhan mu itu adalah rencana tuhan. Sudah direncanakan tuhan sejak jauh-jauh hari, dan mungkin memang tuhan sengaja begitu, untuk jalan cerita yang menarik. Hidup ini bagai seni. Jatuhmu itu bukannya tanpa maksud. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Seperti ketika aku bertemu seseorang yang sangat menarik, sama sekali asing, tidak pernah merasa bertemu sebelumnya. Waktu High School, di dekat sekolahku ada komplek lapangan yang di dalamnya ada beberapa rumah dinas. Setiap Sabtu sekolahku selalu melaksanakan ekstrakulikuler disitu. Aku suka benget belari-lari di depan deretan rumah dinas itu dengan kedua sahabatku. And as i told before, i met someone who is very attractive and unique. Setelah akhirnya bercerita satu sama lain, MasyaAllah ternyata rumahnya terletak di komplek rumah dinas yang dulunya jadi tempat favoritku berlari-lari. Ternyata seharusnya letak kami berdekatan, dan dengan jarak sedekat itu seharusnya setidaknya kami pernah bertemu satu sama lain.  Kebetulan sekali kan? bukan, itu sama sekali bukan kebetulan. Ternyata aku ditakdirkan untuk mempelajari sesuatu darinya melalui sebuah kejadian. Tuhan sudah merencanakan hal tersebut jauh-jauh hari. Selalu akan ada alasan dan penjelasan untuk sebuah kejadian. Sekecil apapun kejadian itu. Termasuk jatuhmu.


Memang sakit. Jatuh memang sakit. 
Namun, rasakan saja. Rasakan sakitnya. Rasa sakit itu menunjukan bahwa kita masih hidup. Hanya orang yang hatinya mati yang tidak merasakan sakit. Rasa sakit itu menunjukan bahwa kita masih seorang manusia. Nikmati saja hidupmu. Suatu saat pasti akan ada penjelasan dari jatuhmu. Tidak perlu bermuram durja, cari saja alasan untuk bangkit kembali, dan satu-satunya alasan yang bagus untuk bangkit kembali adalah, "Hidup di dunia fana ini hanya sekali". Sudah di firmankan dalam kitab suci. Setiap kali jatuh terduduk, berdiri lagi. Buat yang lebih baik lagi. Live your life. kita hidup cuma sekali saja lho. Kalau kita tau apa makna hidup dan tujuan hidup di dunia ini, maka jatuhmu bukan masalah. Karena dari jatuh kita akan belajar. Belajar untuk hidup yang lebih baik. Jangan sampai kita jatuh tanpa mengambil pelajaran apa-apa. Karena jatuh tanpa mengambil pelajaran apa-apa, berarti membuka jalan untuk kita jatuh oleh alasan yang sama. 

Tidak usah melawan. rasakan saja sensasinya. Karena seperti pasir hisap, semakin kita melawan, kita akan semakin terhisap. Ingat nasehat Umar Bin Khattab yang satu ini,

"Aku tidak peduli atas keadaan susah dan senangku, karena aku tidak tau manakah di antara keduanya itu yang lebih baik dariku."

 Karena dengan rencana tuhan yang sebesar itu, dengan detail serumit itu, kita tidak akan pernah bisa menentukan apakah keadaan tersebut baik untuk kita. Kita hanya diperintah untuk sabar dan shalat. maka lakukanlah. Sedih seperlunya, karena yang namanya jatuh memang sakit.

Jadilah seseorang yang ketika jatuh, dia bisa bangkit dengan baik. 
Jadilah pribadi yang tangguh. Meskipun tidak seorangpun melihatnya, orang yang paham akan mengetahui ketangguhan dirimu. That was muslim and muslimah supposed to be.


Surabaya, Awal September 2015



With Love, Dinda Dewi.





No comments:

Post a Comment